PUSAT LATIHAN TIMNAS ITALIA SEMASA PANDEMI COVID-19


Pelatih tim sepakbola Italia pada hari Kamis lalu mengkonfirmasi pusat pelatihan tim nasional di Coverciano di Tuscany dan juga akan tersedia untuk pusat otoritas lokal untuk tempat perawatan bagi pasien yang terinfeksi corona virus.

Italia pada waktu itu pernah menjadi pusat global untuk penyakit Covid-19 yang sampai sekarang telah mengakibatkan angka kematian mencapai 7.503 orang di negara itu  sendiri dan secara keseluruhan telah menginfeksi warga Italia hampir  mencapai jumlah 75.000 orang.

"Kesehatan adalah yang paling penting dan perlu dilindungi, itulah sebabnya FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) membuka pusat di Coverciano kepada Italia dalam kesulitan," kata presiden FIGC Gabriele Gravina kepada para media sewaktu dia mengadakan konferensi pers.

Semua olahraga di Italia telah ditangguhkan sampai tanggal 3 April 2020 dan masih dilanjutkan sampai hari ini, dan juga kepala FIGC mengatakan ia telah mengatakan kepada Walikota Florence Dario Nardella bahwa pemerintah setempat dapat menggunakan fasilitas di luar kota.

"Kami sedang tidak tertarik untuk bermain sepakbola sekarang, untuk kembali ke masa itu, kami harus memenangkan pertandingan paling penting saat ini yakni melawan corona virus bersama,"Kita harus segera mengatasi masalah ini secepatnya agar virus tersebut tidak menjadi jadi lagi di negara tercinta kita ini  tambah Gravina". 

Pada lokasi pusat pelatihan yang baru ini sudah memiliki unit Fire Brigade setempat, dengan hotel dan auditorium sekarang tersedia juga untuk pasien yang menerima perawatan maupun yang sedang dalam proses pengobatan.

Coverciano sendiri adalah tempat dari semua anggota tim sepak bola nasional Italia berlatih. Museum Sepak Bola Italia juga terletak di dalam hotel ini.

Dikenal sebagai 'Universitas sepak bola', universitas ini juga menyelenggarakan kursus pelatihan tingkat tinggi untuk pelatih dan para wasit dan juga akan menjadi pusat kendali masa depan untuk VAR (asisten video wasit). Yang kini teknologinya semakian dikembangkan karena kesuksesan penggunan VAR pada jaman sekarang ini pada dunia Sepakbola.

Di kota Tuscany sendiri, hampir 3.000 orang telah terinfeksi oleh virus yang telah menewaskan total ada 142 orang terhitung dari wilayah itu sendiri.

Comments

Popular posts from this blog

Simone Tidak Akan Pernah Melatih Real Madrid

Mourinho Yang Kini Lebih Dewasa

klub Impian Neymar