Skandal Judi Ilegal Piala Dunia 2014 - Paul Phua

Perlu diketahui kalau di dunia ini ada seorang dewa judi yang berasal dari Pulau Kalimantan bernama Paul Phua?



Walaupun dirinya berasal Kalimantan, Phua bukanlah berasal asli dari  Indonesia, dirinya merupakan warga negara  Malaysia.

Dirinya termasuk dari salah satu bandar judi terbesar di asia, dalam kurun waktu bertahun-tahun dirinya telah memberikan pengaruh besar pada perjudian dunia.


Dilihat dari sepak terjangnya, Phua telah berhasil menjadi raja judi di negara Malaysia , Singapura , Macau , dan Australia.

Awal mulanya ia hanyalah seorang pekerja kontruksi, namun ketika ia hidup dengan perjudian kecil di Kuala Lumpur ia menemukan lingkungan yang menguntungkan.

Dikatakan ia telah menghasilkan kekayaan sebesar 400 juta dolar AS (sekitar Rp 6 Triliun).

Awalnya ia hanyalah seorang operator jamuan makan VIP di Macau.

Dimulai pada tahun 2006 dia sempat bekerja dengan Steve Wynn dan membuka Whynn Macau dan akhirnya dapat memperluas bisnis tersebut .
Dirinya juga memulai karirnya pada waktu itu sebagai pemain kartu poker.

Memasuki tahun 2010, Casino terbesar di Las Vegas mulai merambat bisnisnya ke negara Macau, pemain seperti Tom Dwan, Phil Ivey, Chau Giang, Patrik Antonius, dan John Juanda pun pindah ke sana.

Dan selanjutnya pada 2011, Macau sudah dipenuhi oleh beberapa pemain Poker profesional manca negara.
Dirinya turut serta dalam pertandingan di tahun 2012. Phua berhasil  mengikuti kejuaraan World Series of Poker tahun 2012 dengan hadiah sebesar 1.000.000 dolar AS (sekitar Rp15 miliar) Big One untuk satu acara Drop saat itu.

Dan akhirnya di tahun 2012, Phua berhasil menjuarai Aspers 100 ribu poundsterling (sekitar Rp1,9 miliar) High Roller.

Richard Yong berhasil dia kalahkan di kota London dan Phua berhasil mendapatkan uang terbesarnya, kurang lebihnya jumlahnya mencapai 24 Milliar Rupiah.


Dalam pertandingan di Milies Australia tahun 2014, Phua terjun dalam permainan  yang menghasilkan pot senilai 991 ribu dolar AS (sekitar Rp15 milliar) melawan sesama pemain poker Macau, Lo Shing Fung.
FBI akhirnya memburu Phua pada tahun 2014 karena sepak terjangnya yang dianggap sudah membahayakan.
Phua juga banyak membuka cabang dari perusahaan utama sebagai jasa penyedia Agen Judi Online di Benua Asia.

Kemudian dirinya berhasil ditangkap dan di sidang pada Bulan Agustus tahun 2014.
Departemen Kehakiman setempat mengadili dirinya bersama tujuh orang lainnya, dengan dakwaan mendirikan perusahaan ilegal dalam taruhan judi  Piala Dunia tahun 2014.

Kasus ini dianggap sama seriusnya dengan melanggar hukum game AS, kasusnya Phua bukan hanya sekadar taruhan dalam pertandingan sepakbola, masih banyak lagi dakwaan yang dilimpahkan ke dirinya.

Pergerakan bisnis gelap Phua telah membuat kekhawatiran pemerintah AS tentang bagaimana, dan dari mana, uang mengalir ke Las Vegas ke rekening perusahaan Phua dan itu telah dianggap melanggar sistem keuangan yang berlaku di AS.

Akan tetapi  FBI dianggap kurang mengumpulkan bukti kesalahan dari Phua dan tidak  memperhatikan perlindungan konstitusi Paul Phua.

Akhirnya Phua berhasil membuktikan keridakbersalahannya. Karena bukti yang didakwakan FBI kepadanya dianggap tidak kuat.

Dalam kasus lolosnya jeratan hukum kepada Phua dianggap ada permainan dari pihak pemerintah dan didukung oleh orang besar dibelakang layar.

Comments

Popular posts from this blog

Simone Tidak Akan Pernah Melatih Real Madrid

Mourinho Yang Kini Lebih Dewasa

klub Impian Neymar